Kamis, 01 Oktober 2015

KONSEP DASAR KEPERAWATA




KONSEP DASAR KEPERAWATAN


By : Maulia Marvera



    I.  PROSES KEPERAWATAN

Ilmu  keperawatan di dasarkan pada suatu teori yang sanga luas.

Proses Keperawatan

è  Metode

è Dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik Keperawatan

è Bisa di sebut sebagai suatu pendekatan Problem – Solving yang memerlukan ilmu, teknik dan ketrampilan interpersonal dan di tujukan untuk memenuhi kebutuhan Klien dan Keluarga.

è Proses Keperawatan terdiri dari ; 5 tahap yang berhubungan :

    Pengkajian
    Diagnosis
    Perencanaan
    Pelaksanaan
    Dan Evaluasi

è Tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi Intelektual Problem - Solving dalam mendefinisikan suatu tindakan Perawatan.

è Proses Keperawatan merupakan lima tahap proses konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan ( pertama kali oleh Hall, 1955 ).

è Proses Keperawatan  telah dianggap sebagai suatu dasar hukum praktik Keperawatan ,  ( ANA, 1973 ).

è Dasar pengembangan standard praktik keperawatan

è Dan juga sebagai kriteria dalam progrsmsertifikasi

è Standar legal praktik keperawatan

è Masuk dalam program pendidikan Keperawatan  ( Kurikulum D-III Kep. & S1 Keperawatan ).

    II.                  Tujuan

    Proses Keperawatan secara umum adalah untuk membuat suatu kerangka konsep berdasarkan kebutuhan individu dari klien, keluarga, dan masyarakat dapat terpenuhi.
    Tindakan yang di tujukan untuk memenuhi tujuan keperawatan

    III.                Organisasi

Ke 5 tahap proses keperawatan tersebut sebagai suatu organisasi yang mengatur pelaksanaan asuhan Keperawatan berdasarkan suatu rangkaian pengelolaan yang sistematis dlm memeberikan asuhan keperawatan kepada klien.





    IV.               Karakterisitk

Proses Keperawatan mempunyai  6 karateristik :

    1.      Tujuan

Proses Keperawatan mempunyai tujuan yang jelas melalui suatu tahapan dalam meninmgkatkan kualitas asuhan Keperawatan kepada klien

    2.      Sistematika

    Menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu tujuan.
    Menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan intuisi pelayanan kesehatan/Keperawatan.
    PK ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi melalui hubungan antara perawat dengan klien.

    3.      Dinamik

PK ditujukan dalam mengatasi masalah – masalah kesehatan klien yang di laksanakan secara berkesinambungan.

    4.      Interaktif

Adanya hubungan timbale balik antar perawat, Klien, Keluarga dan tenaga   lainnya.

    5.      Fleksibel

Proses yang di lihat dari 2 konteks :

    Dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun, spesialisasi yang berhubungan dengan individu, kelompok, atau masyarakat
    Tahapannya bisa digunakan secara berurutan dan dengan persetujuan kedua belah pihak.

    6.      Teoritis

Setiap langkah dalam proses keperawatan selalu di dasarkan pada suatu ilmu yang luas, khususnya ilmu dan model Keperawatan yang berlandaskan pada Filosofi keperawatan bahwa asuhan keperawatan kepada klien harus menekankan pada 3 aspek :

    Humanistik

Memandang dan memperlakukan klien sebagai manusia

    Holistik

Intervensi keperawatan Harus dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia secara utuh ( bio – psiko – sosio – spiritual ).

    Care

Asuhan Keperawatan yang diberikan harus berlandaskan pada standard praktik keperawatan dan etika keperawatan.





    V.                 IMPLIKASI KEPERAWATAN

Penerapan proses Keperawatan mempunyai implikasi atau dampak terhadap:

    1.      Profesi Keperawatan

    Secara profesional proses keperawatan menyajikan suatu lingkup praktik keperawatan.
    Melalui 5 langkah proses keperawatan
    Di Timor – Leste masih adopsi dari standard keperawatan Indonesia dan ANA ( American Nurses Association ), 1973.
    Undang – undang Kesehatan 57

    2.      Klien

    Penggunaan proses Keperawatan sangat bermanfaat bagi klien dan Keluarga
    Klien dan Keluarga berpartisipasi secara aktif dalam keperawatan dengan melibatkan ke dalam 5 langka proses keperawatan

    3.      Perawat

    Proses Keperawatan akan meninmgkatkan kepuasan dalam bekerja dan meningkatkan perkembangan profesionalisme.
    Mningkatkan hubungan antara perawat denga klien dapat di lakukan melalui penerapan proses keperawatan
    PK meningkatkan suatu pengembangan dan kretifitas dalam penjelasan masalah klien



    VI.               Teori – teori yang mendasari Proses Keperawatan :
        1.      Teori system, terdiri dari :

    Kerangka kerja yang berhubungan dan keseluruhan social, manusia, struktur dan masalah –masalah organisasi.
    Perubahan internal dan lingkungan sekitarnya
    Sistem tersebut terdiri dari :
        Tujuan
        Proses
        Isi

    Tujuan :

    sesuatu yang harus dilaksanakan
    Arah sistem

    Proses

    Berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak di capai

    Isi

    Terdiri dari bagian yang membentuk system
    Feedback ( umpan balik )
    Dapat dievaluasi
    Memjelaskan hasil dari tindakan yg telah dilaksanakan
    Antara teori system dan Proses keperawatan dapat dijelaskan :
    Input à merupakan suatu kumpulan data hasil pengkajian beserta permasalahan àSusun suatu rencana dan tindakan keperawatan yang tepat.
    Output à Untuk menjelaskan hasil dari tindakan yang telah dilaksanakan

    2.      Teori Kebutuhan Dasar Manusia

    Berintegrasi satu sama lain (motivasinya)
    Memenuhi kebutuhan dasar :
        Fisiologis
        Keamanan
        Kasih sayang
        Harga diri
        Aktualisasi diri
        Kebutuhan dasar manusia à terpenuhinya tingkat kepuasaan agar manusia bisa mempertahankan hidupnya.
        Peran pereawatn à memenuhi kebutuhan dasar manusia
        Tanggungjawab :
            Memberikan dukungan
            Menfasilitasi
            Berkomunikasi kepada klien sehat dan sakit

    3.      Teori persepsi

    Perubahan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat di pengaruhi oleh persepsi individu.
    Interaksi

    VII.             Teori informasi dan Komunikasi

    Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk mengindentifikasi masalah Klien ( apakah keadaan sehat atau sakit ).

Proses Keperawatan sbg salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan.

    Proses keperawatan merupakan suatu siklus, karena memerlukan suatu modifikasi penhkajian ulang, perencanaan ulang, memperbaharui tindakan dan mengevaluasi ulang.
    Langka dalam proses keperawatan diperlukan suatu informasi yang akurat apabila perawat mampu menjalin komunikasi dengan baik :









Umpan balik





Pengirim  ...................Pesan ............................Penerimaan







    VIII.           Prinsip – prinsip Etik Keperawatan yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sebagai berikut :
        1.      Justice ( Asasa Keadilan )

    Setiap prioritas tindakan yang diberikan harus berdasarkan kondisi klien.
    Tidak ada diskriminasi

    2.      Autonomy (Asas menghormati otomoni )

    Setiap manusia mempunyai hak untuk menentukan tindakan terhadap dirinya sendiri.

    3.      Benefience ( Asas manfaat )

    Setiap tindakan yang di berikan kepada klien harus bermanfaat bagi klien dan menghindarkan dari kecacatan

    4.      Veracity ( Asas Kejujuran )

    Perawat dalam berkomunikasi harus mengatakan yang benar dan jujur kepada klien.

    5.      Fidelity ( Asas komitmen )

    Apa yangh di laksanakan oleh perawat harus di dasarkan pada tanggung jawab moral dan profesi

    IX.                MASALAH – MASALAH ETIK KEPERAWATAN DI TIMOR – LESTE
        Wadah organisasi Profesi tidak memerjuangkan profesi Perawat, tetapi organisasi profesi di Politisasi, Kepentingan Kelompok, Tidak memiliki standard competency.
        Landasan moral dan etika yang paling kuat dan mendasar adalah Agama.
        Perkembangan ilmu, penelitian dan teknologi kedokteran serta Keperawatan berkembang secara global tetapi tidak adanya perhatian dari pemerintah terutama Ministerio da Saúde.
        Tersedianya tenaga perawat tetapi tidak di perdayakan gunakan untuk kepentingan Masyarakat.










    HUBUNGAN ANTARA TAHAP PROSES KEPERAWATAN ( Alfaro, 1998 ).
    Pengkajian

Pengkajian  adalah tahap awal dari proses Keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengindentifikasi status kesehatan klien ( Lyer etal, 1996 ).

Tahap pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Oleh karena itu pengkajian yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnose keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu.

    1.      Standar praktik Keperawatan dari ANA

PENGKAJIAN







DIAGNOSIS

PERENCANAAN

PELAKSANAAN











EVALUASI





    2.       Data dasar dan Fokus



    Pengkajian Keperawatan

    Ø data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status Kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri, dan hasil konsultasi media ( terapis ) atau profesi kesehatan lainnya.
    Ø Data focus Keperawatan adalah data tentang perubahan – perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal – hal yang mencakup tindakan yang di lalsanakan kepada klien.

    Fokus pengkajian Keperawatan

    Ø Dalam menyusun pengkajian keperawatan tidak sama dengan pengkajian medis.
    Ø Pengkajian focus à suatu pemilihan data spesifik yang ditentukan oleh perawat , klien dan keluarga berdasarkan keadaan klien.

    3.       Pengumpulan data ( Pulta )
    Tipe data

Ada 2 tipe data pada pengkajian :

    Data subyektif

Data yang di dapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi  tersebut tidak dapat ditentukan oleh perawat secara independen tetapi melalui suatu interaksi atau komunikasi.

Data subyektif sering didapatkan, dari riwayat keperawatan termasuk persepsi klien, perasaan, dan ide tentang status kesehatannya.

Ex : penjelasan klien tentang nyeri, lemah, Frustasi, mual.

Informasi yang diberikan sumber lain, ex husi familia, konsoleiro, husi team saude seluk

    Data obyektif

Data yang dapat diobservasi dan diukur .

Ex; data obyektif : frekuensi pernafasan, Tekanan darah, edema dan berat badan no seluk – seluk tan.

    4.       Karakteristik data
    Lengkap
    Akurat dan nyata
    Relevan
    5.       Sumber data
    Klien  à sumber utama data ( primer )
    Orang terdekat : orang tua, suami, istri, anak atau teman klien
    Catatan Klien : di tulis oleh anggota tim kesehatan dapat digunakan sumber informasi di dalam riwayat keperawatan
    Riwayat penyakit :

    Pemeriksaan fisik
    Catatan perkembangan

    Konsultasi :

     anggota tim kesehatan spesialis
    Menentukan diagnose medis dan keperawatan
    Melakukan tindakan medis

    Hasil pemeriksaan diagnostic

    Hasil pemeriksaan Laboratorium
    Tes diagnostic
    Hasil pemeriksaan diagnostic

    Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya

    Para Personil  yang berhubungan dengan klien dan memberikan tindakan, mengevaluasi, dan mencatat hasil pada status klien
    Catatan kesehatan terdahulu sebagai informasi

    Perawat lain

    Jika klien di rujuk dari pelayanan kesehatan lain

    Kepustakaan

    Membaca literature yang berhubungan dengan masalah klien

    6.       Metode pengumpulan data

Ada 3 metode yang digunakan dalam pemgumpulan data pada tahap pengkajian :

    Komunikasi yang efektif
    Observasi
    Pemeriksaan fisik

Teknik tersebut sangat bermanfaat bagi perawat dalam pendekatan kepada klien secara rasional, sistematik dalam mengumpulkan data, merumuskan diagnose keperawatan, merencanakannya.

                                              II.  DIAGNOSE KEPERAWATAN

    a.       Pengertian

    Diagnose Keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respons    manusia ( status kesehatan atau resiko perubahan pola ) dari individu kelompok diamana perawat secara akontabilitas dapat mengindentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah, dan merubah ( Carpenito 2000 ).
    Gordon, 1976 : DK à masalah kesehatan actual dan potensial dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya.
    NANDA à Kepeutusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan actual dan potensial

    b.      Tujuan diagnose Keperawatan

    Untuk mengindentifikasi masalah adanya respon kliennterhadap status kesehatan atau penyakit
    Faktor – factor yang menunjang atau menyebabkan suatu masalah ( etilologies )
    Mengindentifikasi kemampuan klien untuk mencegah atau menyelesaikan masalah

    c.       Langkah – langkah menentukan DK :

    Klasifikasi dan analisa data
    Interpretasi data
    Validasi data
    Perumusan diagnose Keperawatan

    d.      Merumuskan DK ( Carpeneto, 2000 ) dapat dibedakan :

    Aktual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang di temukan :

Syarat : Menegakkan diagnose keperawatan actual harus ada unsure PES.

Misal : data , muntah, diare, dan turgor jelek selama 3 hari

DK : Kekurangan volume cairan tubuh b/kehilangan cairan secara abnormal

    Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan yang nyata akan terjadi jika tidak di lakukan intervensi.

Syarat : Menegakkan resiko DK adanya unsure PE ( Problem & Etiologi )

Penggunaan istilah “ resiko dan resiko tinggi tergantung dari tinbgkat keparahan/kerentanan terhadap masalah.

Misal : Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan diare yang terus menerus.

    Kemungkinan ( potensial ): Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan.

Syarat : Menegakkan kemungkinan diagnose kep. Adanya unsur respon dan factor yang mungkin dapat menimbulkan masalah tetapi belum ada.

DK : Kemungkinan g3 konsep diri : rendah diri/teroisolasi b/d diare.

































































III. PERENCANAAN

    A.      PENGANTAR

Perencanaan meliputi pengembangan strategi desain untuk mencegah, mengurangi atau mengoreksi masalah – masalah yang diidentifikasi pada diagnose keperawatan . Secara tradsional, rencana keperawatan diartikan sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyelesaikan masalah, tujuan dan intervensi.

Jadi Rencana Keperawatan merupakan metode komunikasi tentang asuhan keperawatan kepada klien. Setiap klien yang memerlukan asuhan keperawatan perlu suatu perencanaan yang baik. Sehingga semua tindakan keperawatan harus di standarisasi, dan standard tindakan tersebut dapat di baca.

    B.      TUJUAN PERENCANAAN

Tujuan rencana tindakan keperawatan dapat di bagi menjadi :

    Tujuan Administratif
        Untuk mengidentifikasi focus keperawatan kepada klien atau kelompok
        Untuk membedakan tanggungjawab perawat dengan profesi kesehatan lainnya
        Untuk menyediakan suatu kriteria guna pengulangan dan evaluasi keperawatan
        Untuk menyediakan kriteria klasifikasi klien
        Tujuan Klinik
            Menyediakan suatu pedoman dalam penulisan
            Mengkomunikasikan dengan staf perawat apa yang diajarkan, apa yang diobservasi, dan apa yang dilaksanakan
            Menyediakan kriteria hasil ( outcomes ) sebagai pengulangan dan evaluasi keperawatan
            Rencana tindakan yang spesifik secara langsung bagi individu, Keluarga, dan tenaga kesehatan lainnya untuk melaksanakan tindakan.
            C.      LANGKAH – LANGKAH PERENCANAAN

Untuk mengevaluasi rencana tindakan keperawatan, maka ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan :

    Menentukan prioritas masalah

Melalui pengkajian, perawat akan mampu mengidentifikasi respon klien yang actual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. Dalam menentukan perencanaan perlu menyusun suatu system untuk menentukan diagnose yangn akan diambil tindakan pertama kali. Salah satu system yang bisa digunakan adalah hirarki Kebutuhan manusia.

    Menentukan kriteria hasil ( outcomes )

Tujuan klien dan tujuan keperawatan adalah standar atau ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan klien atau ketrampilan perawat.

Tujuan klien :

merupakan pernyataan yang menjelaskan suatu perilaku klien, keluarga, atau kelompok yang dapat diukur setelah intervensi keperawatan di berikan.

Tujuan Keperawatan :

Adalah pernyataan yang menjelaskan suatu tindakan yang dapat diukur berdasarkan kemampuan dan kewenangan perawat.





Pedoman penulisan kriteria hasil berdasarkan SMART :

S           = Spesifik ( tujuan harus spesifik dan tidak menimbulkan arti ganda )

M         = Measurable ( tujuan keperawatan harus dapat diukur, khususnya tentang

                 Perilaku klien; dapat di lihat, didengar, diraba, dirasakan dan dibau )

A           = Achievable ( tujuan harus di capai )

R           = Reasonable ( Tujuan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah )

T           = Time ( Tujuan keperawatan )



    Menentukan rencana tindakan

Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu klien dalam mencapai kriteria hasil. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnose keperawatan.

Intervensi keperawatan adalah suatu tindakan langsung kepada klien yang dilaksanakan oleh perawat,

    Dokumentasi
        Definisi

Rencana tindakan keperawatan adalah suatu proses informasi, penerimaan, pengiriman, dan evaluasi pusat rencana yang dilaksanakan oleh seorang perawat profesional.

    Tujuan

Rencana tindakan keperawatan di tulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi :

    Perawatan individu
    Perawatan yang kontinyu
    Komunikasi
    Evaluasii
    Karakterisik
        Di tulis oleh perawat
        Dilaksanakan setelah kontak pertama kali dengan klien
        Diletakkan ditempat yang strategis ( mudah didapatkan )
        Informasi yang baru.

















IV. PELAKSANAAN

    Pelaksanaan

Adalah inisiatif  dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik ( Lyer,1996 ). Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi factor – factor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.

    Tujuan

Tujjuan dari pelaksanaan  adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. Perencanaan tindakan keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik.

    Tahap tindakan Perawatan

Ada 3 tahap dalam keperawatan :

    Persiapan

Persiapan tersebut meliputi kegaiatan – kegiatan :

    Review tindakan keperawatan yang didentifikasi pada tahap perencanaan
    Menganalisa pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang diperlukan
    Mengetahui komplikasi dari tindakan keperawatan yang mungkin timbul
    Menentukan dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan
    Mempersiapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan tindakan yang akan dilaksanakan
    Mengindentifikasi aspek hokum dan etik terhadap resiko dari potensial tindakan
    Intervensi

Pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk kebutuhan fisik dan emosional.

Pendekatan tindakan keperawatan meliputi tindakan ;

    Ø Independen
        Suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat tanpa petunjuk dan perintah dari dokter atau tenaga kesehatan lain.
        Dilakasanakan perawat secara independen berdasarkan Diagnose Keperawatan
        Merupakan suatu respon dimana perawat mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan secara pasti berdasarkan pendidikan dan penagalamannya.
        Kaji klien dan keluarga melalui riwayat keperawatan dan pemeriksaan fisik untuk  status kesehatan klien.
        Merumuskan diagnose keperawatan
        Merujuk klien ke tenaga kesehatan lain terhadap tindakan keperawatan dan Medis
        Evaluasi respon klien
        Ø Dependen

Tindakan dependen berehubungan dengan pelaksanaan rencana tindakan medis



    Ø Interdependen

Tindakan keperawatan menjelaskan suatu kegaiatan yang memerlukan suatu kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.

    Dokumentasi

Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.

V.  EVALUASI

 a. Pendahuluan

      Adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan  yang menandakan seberapa  Jauh diagnose keperawatan,  rencana  tindakan, dan pelaksanaannya sudah berhasil dicapai.
      Evaluasi sebagai sesuatu yang direncanakan , dan perbandingan yang sistermatik pada status    kesehatan klien, ( Griffith, 1986 ).
    Tahap Evaluasi di letakkan pada akhir proses keperawatan, Evaluasi merupakan bagian integral pada setiap tahap proses keperawatan.

b.Tujuan Evaluasi

¨      Untuk melihat kemampuan klien dalam mencapai tujuan

¨      Mengadakan hubungan dengan klien berdasarkan respon klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan, sehingga perawat dapat mengambil keputusan :

    Ø Mengakhiri rencana tindakan keperawatan ( klien telah mencapai tujuan yang ditetapkan
    Ø Memodifikasi rencana tindakan keperawatan ( klien mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan ).
    Ø Meneruskan rencana tindakan keperawatan ( klien memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan )

c. Proses Evaluasi terdiri dari :

* Mengukur pencapaian tujuan klien

* Membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan











    Hak dan Kewajiban klien
        Klien berhak untuk :
            Mendapat informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
            Mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil, jujur dan bijaksana
            Memperoleh asuhan keperawatan yang bermutu berdasarkan standard profesi keperawatan
            Memilih perawat atau dokter yang di kehendaki sesuai peraturan operasional di Rumah sakit
            Meminta konsultasi kepada dokter atau perawat lain yang terdaftar di Rumah Sakit
            Mendapatkan privacy dan kesehatan dari tindakan keperawatan yang diberikan
            Memperolehy informasi tentang penyakit yang diderita, tindakan yang akan dilakukan,kemungkinan penyakit dan tindakan untuk mengatasinya ; alternatif terapi lainnya, prognose, dan estimasi biaya perawatan
            Menyetujui dan atau menolak tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya
            Mendapatkan kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan selama tidak menggangu klien lain.
            Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.
            Kewajiban Klien
                Mentaati segala peraturan dan tata tertib di Rumah Sakit
                Mematuhi segala instruksi dokter atau perawat dalam pengobatannya
                Memberikan informasi dengan jujur dan lengkap tentang penyakit yang diderita kepada dokter atau perawat yang merawatnya
                Melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit atau Dokter
                Memenuhi hal – hal yang telah disepakti atau perjanjian yang telah dibuatnya.
                Hak dan Kewajiban Perawat dan Dokter
                    Hak Perawat atau Dokter
                        Mendapatkan perlindungan Hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
                        Mengembangkan diri melalui kemampunnya spesialisasi sesuai latar belakang pendidikannya
                        Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang – undang serta standard profesi dank ode Etik profesi
                        Mendapatkan informasi lengkap dari klien Yang tidak puas terhadap pelayanannya
                        Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan secara terus menerus
                        Diperlakukan adil dan jujur oleh Rumah Sakit maupun klien dan atau keluarganya
                        Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya
                        Diikutsertakan dalam penyusunan atau penetapan kebijaksanan pelayanan kesehatan di Rumag Sakit
                        Diperhatikan privacynya dan berhak menuntut apabila nama baiknya telah dicemarkan oleh klien atau keluarganya
                        Menolak pihak lain untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang – undangan, standard profesi dan etika profesi
                        Mendapatkan imbalan yang layak dari jasa profesinya sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.
                        Perawat dan Dokter berhak memperoleh penghargaan atas jasa dan pengabdian berdasarkan Ilmu dan Skill ( Reward system )
                        Memperoleh kesempatan mengembangkan karir sesuai bidang profesinya
                        Kerawjiban Perawat dan Dokter
                            Mematuhi semua peraturan Rumah Sakit dengan hubungan hokum antara perawat dengan pihak Rumah Sakit
                            Mengadakan perjanjian tertulis denga pihak Rumah Sakit
                            Memenuhi hal – hal yang telah disepakati dan dibuatnya
                            Memberikan asuhan Keperawatan sesuai standar profesi dan otonominya
                            Menghormati hak – hak pasien
                            Merujuk klien kepada perawat lain/tenaga kesehatan lainnya yang mempunyai keahlian yang sesuai dengan masalah klien
                            Memberikan kesempatan kepada klien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarganya dan dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan sepanjang tidak bertentangan dengan Rumah Sakit
                            Memberikan informasi yang adekuat tentang tindakan keperawatan kepada klien/keluarga sesuai batas kewenangannya
                            Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan
                            Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan dan kepuasaan kerja
                            Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan secara terus menerus
                            Melakukan pertolongan darurat sebagai tugas perikemanusiaan sesuai batas kewenangannya
                            Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang klien, kecuali diminta keterangan oleh pihak yang berwenang












publika husi SANTANA MARTINS às 04:33
link ba post | komentar | adisiona ba favoritu
Adicionar ao SAPO Tags | Blogar isto
PDFEmail

.konaba ba ha'u

. haré perfil

. tuir perfil
.peskiza íha blog ida ne'é