KONSEP DASAR KEPERAWATAN
By : Maulia Marvera
I. PROSES
KEPERAWATAN
Ilmu
keperawatan di dasarkan pada suatu teori yang sanga luas.
Proses Keperawatan
è
Metode
è Dimana suatu konsep diterapkan dalam
praktik Keperawatan
è Bisa di sebut sebagai suatu pendekatan
Problem – Solving yang memerlukan ilmu, teknik dan ketrampilan interpersonal
dan di tujukan untuk memenuhi kebutuhan Klien dan Keluarga.
è Proses Keperawatan terdiri dari ; 5 tahap
yang berhubungan :
Pengkajian
Diagnosis
Perencanaan
Pelaksanaan
Dan Evaluasi
è Tahap tersebut berintegrasi terhadap
fungsi Intelektual Problem - Solving dalam mendefinisikan suatu tindakan
Perawatan.
è Proses Keperawatan merupakan lima tahap
proses konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan ( pertama kali
oleh Hall, 1955 ).
è Proses Keperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar hukum
praktik Keperawatan , ( ANA, 1973 ).
è Dasar pengembangan standard praktik
keperawatan
è Dan juga sebagai kriteria dalam
progrsmsertifikasi
è Standar legal praktik keperawatan
è Masuk dalam program pendidikan
Keperawatan ( Kurikulum D-III Kep. &
S1 Keperawatan ).
II. Tujuan
Proses Keperawatan secara umum adalah untuk membuat suatu kerangka
konsep berdasarkan kebutuhan individu dari klien, keluarga, dan masyarakat
dapat terpenuhi.
Tindakan yang di tujukan untuk memenuhi tujuan keperawatan
III. Organisasi
Ke 5 tahap proses keperawatan tersebut
sebagai suatu organisasi yang mengatur pelaksanaan asuhan Keperawatan
berdasarkan suatu rangkaian pengelolaan yang sistematis dlm memeberikan asuhan
keperawatan kepada klien.
IV. Karakterisitk
Proses Keperawatan mempunyai 6 karateristik :
1. Tujuan
Proses Keperawatan mempunyai tujuan yang
jelas melalui suatu tahapan dalam meninmgkatkan kualitas asuhan Keperawatan
kepada klien
2. Sistematika
Menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu
tujuan.
Menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan intuisi pelayanan
kesehatan/Keperawatan.
PK ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi
melalui hubungan antara perawat dengan klien.
3. Dinamik
PK ditujukan dalam mengatasi masalah –
masalah kesehatan klien yang di laksanakan secara berkesinambungan.
4. Interaktif
Adanya hubungan timbale balik antar
perawat, Klien, Keluarga dan tenaga
lainnya.
5. Fleksibel
Proses yang di lihat dari 2 konteks :
Dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun,
spesialisasi yang berhubungan dengan individu, kelompok, atau masyarakat
Tahapannya bisa digunakan secara berurutan dan dengan persetujuan kedua
belah pihak.
6. Teoritis
Setiap langkah dalam proses keperawatan
selalu di dasarkan pada suatu ilmu yang luas, khususnya ilmu dan model
Keperawatan yang berlandaskan pada Filosofi keperawatan bahwa asuhan
keperawatan kepada klien harus menekankan pada 3 aspek :
Humanistik
Memandang dan memperlakukan klien sebagai
manusia
Holistik
Intervensi keperawatan Harus dapat memenuhi
kebutuhan dasar manusia secara utuh ( bio – psiko – sosio – spiritual ).
Care
Asuhan Keperawatan yang diberikan harus
berlandaskan pada standard praktik keperawatan dan etika keperawatan.
V. IMPLIKASI
KEPERAWATAN
Penerapan proses Keperawatan mempunyai
implikasi atau dampak terhadap:
1. Profesi Keperawatan
Secara profesional proses keperawatan menyajikan suatu lingkup praktik
keperawatan.
Melalui 5 langkah proses keperawatan
Di Timor – Leste masih adopsi dari standard keperawatan Indonesia dan
ANA ( American Nurses Association ), 1973.
Undang – undang Kesehatan 57
2. Klien
Penggunaan proses Keperawatan sangat bermanfaat bagi klien dan Keluarga
Klien dan Keluarga berpartisipasi secara aktif dalam keperawatan dengan
melibatkan ke dalam 5 langka proses keperawatan
3.
Perawat
Proses Keperawatan akan meninmgkatkan kepuasan dalam bekerja dan
meningkatkan perkembangan profesionalisme.
Mningkatkan hubungan antara perawat denga klien dapat di lakukan melalui
penerapan proses keperawatan
PK meningkatkan suatu pengembangan dan kretifitas dalam penjelasan
masalah klien
VI. Teori – teori
yang mendasari Proses Keperawatan :
1. Teori system, terdiri dari
:
Kerangka kerja yang berhubungan dan keseluruhan social, manusia, struktur
dan masalah –masalah organisasi.
Perubahan internal dan lingkungan sekitarnya
Sistem tersebut terdiri dari :
Tujuan
Proses
Isi
Tujuan :
sesuatu yang harus dilaksanakan
Arah sistem
Proses
Berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak di capai
Isi
Terdiri dari bagian yang membentuk system
Feedback ( umpan balik )
Dapat dievaluasi
Memjelaskan hasil dari tindakan yg telah dilaksanakan
Antara teori system dan Proses keperawatan dapat dijelaskan :
Input à merupakan suatu kumpulan data hasil pengkajian beserta
permasalahan àSusun suatu rencana dan tindakan keperawatan yang tepat.
Output à Untuk menjelaskan hasil dari tindakan yang telah dilaksanakan
2. Teori Kebutuhan Dasar Manusia
Berintegrasi satu sama lain (motivasinya)
Memenuhi kebutuhan dasar :
Fisiologis
Keamanan
Kasih sayang
Harga diri
Aktualisasi diri
Kebutuhan dasar manusia à terpenuhinya tingkat kepuasaan agar manusia
bisa mempertahankan hidupnya.
Peran pereawatn à memenuhi kebutuhan dasar manusia
Tanggungjawab :
Memberikan dukungan
Menfasilitasi
Berkomunikasi kepada klien sehat dan sakit
3. Teori persepsi
Perubahan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat di pengaruhi
oleh persepsi individu.
Interaksi
VII. Teori informasi
dan Komunikasi
Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk mengindentifikasi masalah Klien (
apakah keadaan sehat atau sakit ).
Proses Keperawatan sbg salah satu
pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan.
Proses keperawatan merupakan suatu siklus, karena memerlukan suatu
modifikasi penhkajian ulang, perencanaan ulang, memperbaharui tindakan dan
mengevaluasi ulang.
Langka dalam proses keperawatan diperlukan suatu informasi yang akurat
apabila perawat mampu menjalin komunikasi dengan baik :
Umpan balik
Pengirim
...................Pesan ............................Penerimaan
VIII. Prinsip – prinsip
Etik Keperawatan yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
sebagai berikut :
1. Justice ( Asasa Keadilan )
Setiap prioritas tindakan yang diberikan harus berdasarkan kondisi
klien.
Tidak ada diskriminasi
2. Autonomy (Asas menghormati
otomoni )
Setiap manusia mempunyai hak untuk menentukan tindakan terhadap dirinya
sendiri.
3. Benefience ( Asas manfaat
)
Setiap tindakan yang di berikan kepada klien harus bermanfaat bagi klien
dan menghindarkan dari kecacatan
4. Veracity ( Asas Kejujuran
)
Perawat dalam berkomunikasi harus mengatakan yang benar dan jujur kepada
klien.
5. Fidelity ( Asas komitmen )
Apa yangh di laksanakan oleh perawat harus di dasarkan pada tanggung
jawab moral dan profesi
IX. MASALAH –
MASALAH ETIK KEPERAWATAN DI TIMOR – LESTE
Wadah organisasi Profesi tidak memerjuangkan profesi Perawat, tetapi
organisasi profesi di Politisasi, Kepentingan Kelompok, Tidak memiliki standard
competency.
Landasan moral dan etika yang paling kuat dan mendasar adalah Agama.
Perkembangan ilmu, penelitian dan teknologi kedokteran serta Keperawatan
berkembang secara global tetapi tidak adanya perhatian dari pemerintah terutama
Ministerio da Saúde.
Tersedianya tenaga perawat tetapi tidak di perdayakan gunakan untuk
kepentingan Masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA TAHAP PROSES KEPERAWATAN ( Alfaro, 1998 ).
Pengkajian
Pengkajian
adalah tahap awal dari proses Keperawatan dan merupakan suatu proses
yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk
mengevaluasi dan mengindentifikasi status kesehatan klien ( Lyer etal, 1996 ).
Tahap pengkajian merupakan dasar utama
dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Oleh
karena itu pengkajian yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran
data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnose keperawatan dan memberikan
pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu.
1. Standar praktik Keperawatan
dari ANA
PENGKAJIAN
DIAGNOSIS
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
EVALUASI
2. Data dasar dan Fokus
Pengkajian Keperawatan
Ø
data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan mengenai
status Kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan
keperawatannya terhadap dirinya sendiri, dan hasil konsultasi media ( terapis )
atau profesi kesehatan lainnya.
Ø
Data focus Keperawatan adalah data tentang perubahan – perubahan atau respon
klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal – hal yang mencakup
tindakan yang di lalsanakan kepada klien.
Fokus pengkajian Keperawatan
Ø
Dalam menyusun pengkajian keperawatan tidak sama dengan pengkajian medis.
Ø
Pengkajian focus à suatu pemilihan data spesifik yang ditentukan oleh perawat ,
klien dan keluarga berdasarkan keadaan klien.
3. Pengumpulan data ( Pulta
)
Tipe data
Ada 2 tipe data pada pengkajian :
Data subyektif
Data yang di dapatkan dari klien sebagai
suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi tersebut tidak dapat ditentukan oleh perawat
secara independen tetapi melalui suatu interaksi atau komunikasi.
Data subyektif sering didapatkan, dari
riwayat keperawatan termasuk persepsi klien, perasaan, dan ide tentang status
kesehatannya.
Ex : penjelasan klien tentang nyeri, lemah,
Frustasi, mual.
Informasi yang diberikan sumber lain, ex
husi familia, konsoleiro, husi team saude seluk
Data obyektif
Data yang dapat diobservasi dan diukur .
Ex; data obyektif : frekuensi pernafasan,
Tekanan darah, edema dan berat badan no seluk – seluk tan.
4. Karakteristik data
Lengkap
Akurat
dan nyata
Relevan
5. Sumber data
Klien à sumber utama data (
primer )
Orang terdekat : orang tua, suami, istri, anak atau teman klien
Catatan Klien : di tulis oleh anggota tim kesehatan dapat digunakan
sumber informasi di dalam riwayat keperawatan
Riwayat penyakit :
Pemeriksaan fisik
Catatan perkembangan
Konsultasi :
anggota tim kesehatan spesialis
Menentukan diagnose medis dan keperawatan
Melakukan tindakan medis
Hasil pemeriksaan diagnostic
Hasil pemeriksaan Laboratorium
Tes diagnostic
Hasil pemeriksaan diagnostic
Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya
Para Personil yang berhubungan
dengan klien dan memberikan tindakan, mengevaluasi, dan mencatat hasil pada
status klien
Catatan kesehatan terdahulu sebagai informasi
Perawat lain
Jika klien di rujuk dari pelayanan kesehatan lain
Kepustakaan
Membaca literature yang berhubungan dengan masalah klien
6. Metode pengumpulan data
Ada 3 metode yang digunakan dalam
pemgumpulan data pada tahap pengkajian :
Komunikasi yang efektif
Observasi
Pemeriksaan fisik
Teknik tersebut sangat bermanfaat bagi
perawat dalam pendekatan kepada klien secara rasional, sistematik dalam
mengumpulkan data, merumuskan diagnose keperawatan, merencanakannya.
II. DIAGNOSE KEPERAWATAN
a. Pengertian
Diagnose Keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan
respons manusia ( status kesehatan
atau resiko perubahan pola ) dari individu kelompok diamana perawat secara
akontabilitas dapat mengindentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti
untuk untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah, dan
merubah ( Carpenito 2000 ).
Gordon, 1976 : DK à masalah kesehatan actual dan potensial dimana
berdasarkan pendidikan dan pengalamannya.
NANDA à Kepeutusan klinik tentang respon individu, keluarga dan
masyarakat tentang masalah kesehatan actual dan potensial
b. Tujuan diagnose
Keperawatan
Untuk mengindentifikasi masalah adanya respon kliennterhadap status
kesehatan atau penyakit
Faktor – factor yang menunjang atau menyebabkan suatu masalah (
etilologies )
Mengindentifikasi kemampuan klien untuk mencegah atau menyelesaikan
masalah
c. Langkah – langkah
menentukan DK :
Klasifikasi dan analisa data
Interpretasi data
Validasi data
Perumusan diagnose Keperawatan
d. Merumuskan DK ( Carpeneto,
2000 ) dapat dibedakan :
Aktual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik
yang di temukan :
Syarat : Menegakkan diagnose keperawatan actual
harus ada unsure PES.
Misal : data , muntah, diare, dan turgor
jelek selama 3 hari
DK : Kekurangan volume cairan tubuh
b/kehilangan cairan secara abnormal
Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan yang nyata akan terjadi jika
tidak di lakukan intervensi.
Syarat : Menegakkan resiko DK adanya unsure
PE ( Problem & Etiologi )
Penggunaan istilah “ resiko dan resiko
tinggi tergantung dari tinbgkat keparahan/kerentanan terhadap masalah.
Misal : Resiko gangguan integritas kulit
berhubungan dengan diare yang terus menerus.
Kemungkinan ( potensial ): Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan
untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
Syarat : Menegakkan kemungkinan diagnose
kep. Adanya unsur respon dan factor yang mungkin dapat menimbulkan masalah
tetapi belum ada.
DK : Kemungkinan g3 konsep diri : rendah
diri/teroisolasi b/d diare.
III. PERENCANAAN
A. PENGANTAR
Perencanaan meliputi pengembangan strategi
desain untuk mencegah, mengurangi atau mengoreksi masalah – masalah yang
diidentifikasi pada diagnose keperawatan . Secara tradsional, rencana
keperawatan diartikan sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyelesaikan
masalah, tujuan dan intervensi.
Jadi Rencana Keperawatan merupakan metode
komunikasi tentang asuhan keperawatan kepada klien. Setiap klien yang
memerlukan asuhan keperawatan perlu suatu perencanaan yang baik. Sehingga semua
tindakan keperawatan harus di standarisasi, dan standard tindakan tersebut
dapat di baca.
B. TUJUAN PERENCANAAN
Tujuan rencana tindakan keperawatan dapat
di bagi menjadi :
Tujuan Administratif
Untuk mengidentifikasi focus keperawatan kepada klien atau kelompok
Untuk membedakan tanggungjawab perawat dengan profesi kesehatan lainnya
Untuk menyediakan suatu kriteria guna pengulangan dan evaluasi
keperawatan
Untuk menyediakan kriteria klasifikasi klien
Tujuan Klinik
Menyediakan suatu pedoman dalam penulisan
Mengkomunikasikan dengan staf perawat apa yang diajarkan, apa yang
diobservasi, dan apa yang dilaksanakan
Menyediakan kriteria hasil ( outcomes ) sebagai pengulangan dan evaluasi
keperawatan
Rencana tindakan yang spesifik secara langsung bagi individu, Keluarga,
dan tenaga kesehatan lainnya untuk melaksanakan tindakan.
C. LANGKAH – LANGKAH PERENCANAAN
Untuk mengevaluasi rencana tindakan
keperawatan, maka ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan :
Menentukan prioritas masalah
Melalui pengkajian, perawat akan mampu
mengidentifikasi respon klien yang actual atau potensial yang memerlukan suatu
tindakan. Dalam menentukan perencanaan perlu menyusun suatu system untuk
menentukan diagnose yangn akan diambil tindakan pertama kali. Salah satu system
yang bisa digunakan adalah hirarki Kebutuhan manusia.
Menentukan kriteria hasil ( outcomes )
Tujuan klien dan tujuan keperawatan adalah
standar atau ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan klien atau
ketrampilan perawat.
Tujuan klien :
merupakan pernyataan yang menjelaskan suatu
perilaku klien, keluarga, atau kelompok yang dapat diukur setelah intervensi
keperawatan di berikan.
Tujuan Keperawatan :
Adalah pernyataan yang menjelaskan suatu
tindakan yang dapat diukur berdasarkan kemampuan dan kewenangan perawat.
Pedoman penulisan kriteria hasil
berdasarkan SMART :
S
= Spesifik ( tujuan harus spesifik dan tidak menimbulkan arti ganda )
M
= Measurable ( tujuan keperawatan harus dapat diukur, khususnya tentang
Perilaku klien; dapat di
lihat, didengar, diraba, dirasakan dan dibau )
A
= Achievable ( tujuan harus di capai )
R
= Reasonable ( Tujuan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah )
T
= Time ( Tujuan keperawatan )
Menentukan rencana tindakan
Rencana tindakan adalah desain spesifik
intervensi untuk membantu klien dalam mencapai kriteria hasil. Rencana tindakan
dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnose keperawatan.
Intervensi keperawatan adalah suatu
tindakan langsung kepada klien yang dilaksanakan oleh perawat,
Dokumentasi
Definisi
Rencana tindakan keperawatan adalah suatu
proses informasi, penerimaan, pengiriman, dan evaluasi pusat rencana yang
dilaksanakan oleh seorang perawat profesional.
Tujuan
Rencana tindakan keperawatan di tulis dalam
suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi :
Perawatan individu
Perawatan yang kontinyu
Komunikasi
Evaluasii
Karakterisik
Di tulis oleh perawat
Dilaksanakan setelah kontak pertama kali dengan klien
Diletakkan ditempat yang strategis ( mudah didapatkan )
Informasi yang baru.
IV. PELAKSANAAN
Pelaksanaan
Adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan
yang spesifik ( Lyer,1996 ). Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan
disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan
yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan
untuk memodifikasi factor – factor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.
Tujuan
Tujjuan dari pelaksanaan adalah membantu klien dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. Perencanaan tindakan
keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Tahap tindakan Perawatan
Ada 3 tahap dalam keperawatan :
Persiapan
Persiapan tersebut meliputi kegaiatan –
kegiatan :
Review tindakan keperawatan yang didentifikasi pada tahap perencanaan
Menganalisa pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang diperlukan
Mengetahui komplikasi dari tindakan keperawatan yang mungkin timbul
Menentukan dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan
Mempersiapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan tindakan yang akan
dilaksanakan
Mengindentifikasi aspek hokum dan etik terhadap resiko dari potensial
tindakan
Intervensi
Pelaksanaan tindakan perawatan adalah
kegiatan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk kebutuhan fisik dan
emosional.
Pendekatan tindakan keperawatan meliputi
tindakan ;
Ø
Independen
Suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat tanpa petunjuk dan
perintah dari dokter atau tenaga kesehatan lain.
Dilakasanakan perawat secara independen berdasarkan Diagnose Keperawatan
Merupakan suatu respon dimana perawat mempunyai kewenangan untuk
melakukan tindakan keperawatan secara pasti berdasarkan pendidikan dan
penagalamannya.
Kaji klien dan keluarga melalui riwayat keperawatan dan pemeriksaan
fisik untuk status kesehatan klien.
Merumuskan diagnose keperawatan
Merujuk klien ke tenaga kesehatan lain terhadap tindakan keperawatan dan
Medis
Evaluasi respon klien
Ø Dependen
Tindakan dependen berehubungan dengan
pelaksanaan rencana tindakan medis
Ø
Interdependen
Tindakan keperawatan menjelaskan suatu
kegaiatan yang memerlukan suatu kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.
Dokumentasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan harus
diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam
proses keperawatan.
V.
EVALUASI
a.
Pendahuluan
Adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan seberapa Jauh diagnose keperawatan, rencana
tindakan, dan pelaksanaannya sudah berhasil dicapai.
Evaluasi sebagai sesuatu yang direncanakan , dan perbandingan yang
sistermatik pada status kesehatan
klien, ( Griffith, 1986 ).
Tahap Evaluasi di letakkan pada akhir proses keperawatan, Evaluasi
merupakan bagian integral pada setiap tahap proses keperawatan.
b.Tujuan Evaluasi
¨
Untuk melihat kemampuan klien dalam mencapai tujuan
¨
Mengadakan hubungan dengan klien berdasarkan respon klien terhadap
tindakan keperawatan yang diberikan, sehingga perawat dapat mengambil keputusan
:
Ø
Mengakhiri rencana tindakan keperawatan ( klien telah mencapai tujuan yang
ditetapkan
Ø
Memodifikasi rencana tindakan keperawatan ( klien mengalami kesulitan untuk
mencapai tujuan ).
Ø
Meneruskan rencana tindakan keperawatan ( klien memerlukan waktu yang lebih
lama untuk mencapai tujuan )
c. Proses Evaluasi terdiri dari :
* Mengukur pencapaian tujuan klien
* Membandingkan data yang terkumpul dengan
tujuan dan pencapaian tujuan
Hak dan Kewajiban klien
Klien berhak untuk :
Mendapat informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di
Rumah Sakit
Mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil, jujur dan bijaksana
Memperoleh asuhan keperawatan yang bermutu berdasarkan standard profesi
keperawatan
Memilih perawat atau dokter yang di kehendaki sesuai peraturan operasional
di Rumah sakit
Meminta konsultasi kepada dokter atau perawat lain yang terdaftar di
Rumah Sakit
Mendapatkan privacy dan kesehatan dari tindakan keperawatan yang
diberikan
Memperolehy informasi tentang penyakit yang diderita, tindakan yang akan
dilakukan,kemungkinan penyakit dan tindakan untuk mengatasinya ; alternatif
terapi lainnya, prognose, dan estimasi biaya perawatan
Menyetujui dan atau menolak tindakan yang akan dilakukan terhadap
dirinya
Mendapatkan kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaan selama tidak menggangu klien lain.
Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap
dirinya.
Kewajiban Klien
Mentaati segala peraturan dan
tata tertib di Rumah Sakit
Mematuhi segala instruksi
dokter atau perawat dalam pengobatannya
Memberikan informasi dengan
jujur dan lengkap tentang penyakit yang diderita kepada dokter atau perawat yang
merawatnya
Melunasi semua imbalan atas
jasa pelayanan Rumah Sakit atau Dokter
Memenuhi hal – hal yang telah
disepakti atau perjanjian yang telah dibuatnya.
Hak dan Kewajiban Perawat dan
Dokter
Hak Perawat atau Dokter
Mendapatkan
perlindungan Hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
Mengembangkan diri
melalui kemampunnya spesialisasi sesuai latar belakang pendidikannya
Menolak keinginan
pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang – undang serta standard
profesi dank ode Etik profesi
Mendapatkan informasi
lengkap dari klien Yang tidak puas terhadap pelayanannya
Meningkatkan pengetahuan
berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan secara terus menerus
Diperlakukan adil dan
jujur oleh Rumah Sakit maupun klien dan atau keluarganya
Mendapatkan jaminan
perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya
Diikutsertakan dalam
penyusunan atau penetapan kebijaksanan pelayanan kesehatan di Rumag Sakit
Diperhatikan privacynya
dan berhak menuntut apabila nama baiknya telah dicemarkan oleh klien atau
keluarganya
Menolak pihak lain
untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang – undangan,
standard profesi dan etika profesi
Mendapatkan imbalan
yang layak dari jasa profesinya sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.
Perawat dan Dokter
berhak memperoleh penghargaan atas jasa dan pengabdian berdasarkan Ilmu dan
Skill ( Reward system )
Memperoleh kesempatan mengembangkan karir
sesuai bidang profesinya
Kerawjiban Perawat dan
Dokter
Mematuhi semua
peraturan Rumah Sakit dengan hubungan hokum antara perawat dengan pihak Rumah
Sakit
Mengadakan perjanjian
tertulis denga pihak Rumah Sakit
Memenuhi hal – hal
yang telah disepakati dan dibuatnya
Memberikan asuhan
Keperawatan sesuai standar profesi dan otonominya
Menghormati hak –
hak pasien
Merujuk klien
kepada perawat lain/tenaga kesehatan lainnya yang mempunyai keahlian yang
sesuai dengan masalah klien
Memberikan
kesempatan kepada klien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarganya
dan dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan sepanjang tidak
bertentangan dengan Rumah Sakit
Memberikan
informasi yang adekuat tentang tindakan keperawatan kepada klien/keluarga
sesuai batas kewenangannya
Membuat dokumentasi
asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan
Meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan dan kepuasaan
kerja
Mengikuti
perkembangan IPTEK keperawatan secara terus menerus
Melakukan
pertolongan darurat sebagai tugas perikemanusiaan sesuai batas kewenangannya
Merahasiakan segala sesuatu yang
diketahui tentang klien, kecuali diminta keterangan oleh pihak yang berwenang
publika husi SANTANA MARTINS às 04:33
link ba post | komentar | adisiona ba
favoritu
Adicionar ao SAPO Tags | Blogar isto
PDFEmail
.konaba ba ha'u
. haré perfil
. tuir perfil
.peskiza íha blog ida ne'é